Terkait Krisis Air Bersih Di Kota Sanggau Bupati Minta Masyarakat Sabar Menunggu Perbaikan Mesin -->
Cari Berita

Terkait Krisis Air Bersih Di Kota Sanggau Bupati Minta Masyarakat Sabar Menunggu Perbaikan Mesin

11 December, 2017


SANGGAU SeputarKapuas.com - Bupati Sanggau Paolus Hadi meminta masyarakat bersabar atas krisis air di Kota Sanggau. Pasalnya, hingga saat ini PDAM Tirta Pancur Aji terus berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan atas kerusakan mesin yang ada.
"Kejadian tanggal 4 kemarin itu membuat PDAM sudah kerja keras mengganti mesin yang ada. Dan sekarang tinggal listrikya lagi," kata Bupati, Sabtu (09/12/2017) sekaligus menanggapi keluhan warga atas krisis air bersih di Kota Sanggau seminggu terakhir.

Bupati menyampaikan, Direktur PDAM terus berupaya memfinalkan pekerjaan perbaikan.
"Menurut Direktur PDAM, mudah - mudahan besok sudah final. Bunut, Beringin, Ampera masih terlayani. Mohon pengertian masyarakat karena kejadian ini murni bencana. PDAM sudah berusaha menuntaskan perbaikan," pesannya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Kota Sanggau menuding Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Pancur Aji Sanggau tak bertanggungjawab atas krisis air yang dirasakan warga Kota Sanggau sejak seminggu yang lalu.
"Kesannya macam tak punya beban jak PDAM ni, harusnya mereka nyari solusi bukan membiarkan masyarakat terus kesulitan air seperti ini," kata Nico, warga jalan PH. Sulaiman saat menyampaikan keluhannya kepada awak media, Sabtu (09/12/2017).

Sebagai perusahaan daerah yang diamanatkan mengurusi air bersih sesuai perintah Undang -.undang yang mengisyaratkan pengelolaan sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikelola oleh negara yang dalam hal ini adalah PDAM, harusnya PDAM tidak berlindung dibalik musibah tenggelamnya mesin pompa PDAM Sungai Sengkuang.
"Kami tahu kalau mesin pompa itu tenggelam, tapi yang jadi persoalan solusi PDAM itu seperti apa, kami pun belum tahu, jaminan seperti apa dan kapan mesin pompa itu beroperasi, kami tidak tahu karena belum jelas kapan. Nah, apakah PDAM mau terus -terusan seperti ini membiarkan warga Sanggau kesulitan memperoleh hak mereka atas air bersih," pungkas Nico.

Nico mengaku khawatir jika masyarakat menggunakan air yang tidak sehat akan berdampak pada kesehatan, terutama anak - anak. Karena kalau menggunakan air yang tidak diolah tentunya dikhawatirkan tidak ada jaminan kualitas air itu layak digunakan apalagi dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kalau PDAM kan jelas ada sistem pengolahan airnya. Kalau ini dibiarkan terus kita khawatir masyarakat akan menggunakan air tidak sehat untuk dikonsumsi," pungkas dia.

Hal senada disampaikan Adi Subrata, warga Sanggau Permai kepada wartawan.
"Ditempat kami, mesin normal saja jarang ngalir, apalagi sekarang yang katanya mesin rusak," ujarnya. Adi, sapaan akrabnya berharap Pemerintah Daerah mengevaluasi managemen PDAM.
"Kalau PDAM seperti ini kerjanya, saya rasa memang sudah saatnya Bupati mengevaluasi seluruh manajemen PDAM, karena Pemkab telah memberikan penyertaan modal milyaran rupiah kepada PDAM, dan jika tidak berubah pengelolaannya mestinya bupati mengambil tindakan tegas," harap Adi.

Laporan : Abang Indra