Dinilai Menghina Yansen, PKB Segera Lapor Akun Face Book Joni Jhon Warga Kembayan Ke Polisi -->
Cari Berita

Dinilai Menghina Yansen, PKB Segera Lapor Akun Face Book Joni Jhon Warga Kembayan Ke Polisi

03 March, 2018

Laporan Wartawan SeputarKapuas, Adi
Sumber : Indra

SANGGAU SeputarKapuas.com,
Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Sanggau memastikan akan melaporkan akun media sosial facebook Joni Jhon ke Bawaslu dan Polres Sanggau.
Tindakan tegas tersebut diambil karena akun facebook milik oknum warga Kembayan tersebut berulang kali menghina pasangan calon bupati Yansen Akun Effendi di media sosial.

"Kami atas nama Partai dan pengusung pak Yansen pasti akan menindak tegas siapapun yang menghina calon kami. Untuk waktu pelaporan masih kami bahas bersama pengurus partai," kata juru bicara DPC PKB Sanggau, Slamet Riyanto kepada wartawan, Sabtu (03/03/2018).

Tindakan tegas tersebut, lanjut Slamet untuk menggindari perbuatan anarkis simpatisan pasangan Mantap terhadap Akun Joni Jhon.

"Tim kami ada yang kenal dengan Joni ini, dia lagi dicari oleh beberapa simpatisan, saya bilang ke simpatisan, kita serahkan saja ke proses hukum. Biar hukum yang menangani, bersalah atau tidak, yang jelas si Joni ini pasti kita laporkan," kata Slamet tegas.

Laporan tersebut sekaligus menjawab tudingan oknum PNS yang menuduh PKB menutup tulisan China Town dibangunan gerbang di jalan Kapuas Kelurahan Ilir Kota.

"Sebelumnya kami yang dituduh, padahal Dinas Cipta Karya yang menutup dan tuduhan itu juga terkait dengan sratus Joni John di facebook yang seolah-olah penutupan tersebut bermuatan politis, apa maksud dia melontarkan kalimat itu," pungkas Slamet.

Slamet menyayangkan lemahnya pengawasan yang dilakukan Bawaslu dan aparat kepolisian. Hal itu bisa dilihat dari belum adanya tindakan Bawaslu dan Kepolisian di akun resmi bakal pasangan calon. Jika hal ini dibiarkan, keributan tidak hanya akan terjadi di dunia maya, khawatirnya akan berlanjut di dunia nyata.

"Kami dengar polisi punya cyber troops, kok ndak jalan, Bawaslu katanya punya Pokja yang stand by 24 jam, kok diam, nah, inikan semuanya menjadi pertanyaan kita, mereka berpihak kepada aturan atau kepada salah satu pasangan calon?," tanya Slamet. Dikatakan Slamet, hujatan dan makian terhadap pasangan nomor urut 1 nyata dimainkan lawan politik di akun resmi media sosial mereka, tetapi tidak pernah mendapat teguran.

"Ini berbahaya kalau dibiarkan, khawatirnya terjadi gesekan antar pendukung, ini yang tidak kita inginkan, laporan kita ini pun selain memberi efek jera, juga meredam anarkisne pendukung fanatisme pasangan YAS,,' tuturnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau, Inosensius menyarankan tim koaliasi atau partai pendukung dipersilakan melaporkan secara resmi akun media sosial yang melanggar aturan  ke Bawaslu Sanggau.

"Saya sarankan laporkan secara resmi ke Kantor," kata Ino, sapaan akrabnya. Untuk membuktikan terlapor bersalah atau tidak, akan ada proses pemeriksaan yang harus dilewati sebelum memutuskan.

"Yang jelas kita periksa dulu. Dijadwalkan saja kapan mau melapor ke Kantor kita,. Sentra Gakkumdu (Kepolisian dan Kejaksaan) siap menerima laporan," ujar Ino singkat.