Terkait Sengketa Pilkada Sanggau, Jubir PHYO Yakin Gugatan YAS Dotolak MK -->
Cari Berita

Terkait Sengketa Pilkada Sanggau, Jubir PHYO Yakin Gugatan YAS Dotolak MK

09 August, 2018

Laporan Wartawan seputarkapuas, Adi

SANGGAU seputarkapuas.com,
Juru bicara pasangan calon Bupati dan Wabup Sanggau nomor urut 2, Paolus Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO), Andriyus Wijaya menyampaikan, sehubungan adanya gugatan pasangan calon Bupati dan Wabup Sanggau nomor urut 1, YAS atas hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Sanggau tahun 2018 yang dilakukan KPU Sanggau.

“Maka sebagai pihak terkait yakni paslon nomor urut 2, PH YO bersama tim kuasa hukum yakni, Kamarussalam dan Fubertus Ipur, sudah menyiapkan jawaban keterangan pihak terkait atas permohonan paslon nomor urut 1 sebagai pemohon yang disampaikan dalam sidang panel MK yang dilaksanakan 26 Juni dengan cara pemeriksaan pendahuluan, ” katanya, melalui rilisnya.

Berdasarkan fakta yang ada dan mendengar permohonan pemohonan yang dibacakan oleh kuasa hukum pemohon, lanjut Andres sapaan akrabnyan kami sangat optimis bahwa permohonan pemohonan tersebut tidak akan diterima atau ditolak oleh MK dalam sidang nanti.

Inti dari keterangan pihak terkait yang sudah kami buat bersama kuasa hukum adalah memohon kepada MK untuk menolak permohonan pemohon dan menyatakan benar dan tetap berlaku keputusan KPU Sanggau nomor 152/HK.03.1-kpt/6103/KPU-kab/VII/2018 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara dalam pemilihan Bupati dan Wabup Sanggau tahun 2018 tertanggan 6 Juli 2018.

“Rasa optimis dari pihak kami ini berdasarkan pada keyakinan kami bahwa pemohon/paslon nomor urut 1 tidak memiliki legal standing/kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan perselisihan perolehan suara hasil Pilkada Bupati dan Wabup Sanggau tahun 2018, ” tegasnya.

Karena, lanjutnya, berdasarkan perolehan suara hasil Pilkada Sanggau tahun 2018 berdasarkan pasal 158 ayat 2 huruf b UU nomor 10 tahun 2016 junto pasal 7 ayat 2 huruf b peraturan MK bahwa, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 250 ribu jiwa sampai dengan 500 ribu jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan apabila terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1.5 persen dari total suara sah hasil perhitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh termohon (KPU kabupaten/kota).

“Penduduk kabupaten Sanggau saat ini belum mencapai 500 ribu jiwa, jadi perbedaan paling banyak sebesar 1,5 persen ini yang digunakan. Sebagaimana diketahui dalam penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara yang dilaksanakan oleh KPU, pasangan Yansen-Ason mendapatkan 101.164 suara, sedangkan PH-YO mendapatkan 134.785 suara sehingga total suara sah sebesar 235.949, ” tegasnya.

Jadi, lanjutnya, selisih perolehan suara antara paslon nomor urut 2 dengan paslon nomor urut 1 sebanyak 33.621 suara atau sebanyak 14.24 persen. Dan menurut peraturan yang ada, pengajuan perselisihan suara hanya dapat dilakukan apabila terdapat selisih paling banyak sebesar 1,5 persen dari total suara sah 235.785 yakni hanya sebesar 3.539 suara saja.

Berdasarkan kalkulasi inilah, lanjutnya, pihak kami optimis bahwa permohonan/gugatan pihak Pemohon akan ditolak oleh MK. Dalam keterangan pihak terkait yang sudah dibuat, kami juga menolak disertai dengan bukti semua tuduhan yang ditujukan kepada Paslon Nomor Urut 2 sebagaimana yang tertuang dalam permohonan Pemohon/Paslon Nomor Urut 1.

“Pihak kami yakin bahwa suara terbanyak yang diperoleh oleh pasangan Paolus Hadi–Yohanes Ontot karena memang masyarakat percaya terhadap paslon ini dan sudah sesuai dengan aturan main yang ada yakni peraturan perundang-undangan yang berlaku, ” tegasnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada semua pendukung dan simpatisan pasangan Paolus Hadi–Yohanes Ontot dan seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk sabar dan menghormati semua proses yang saat ini sedang berlangsung. “Mohon doanya agar semuanya berjalan dengan lancar, aman dan damai, ” pungkasnya.