Lahan PTPN 13 Terbakar, PH : Harusnya BUMN Memberi Contoh Baik! -->
Cari Berita

Lahan PTPN 13 Terbakar, PH : Harusnya BUMN Memberi Contoh Baik!

23 September, 2019

SANGGAU seputarkapuas.com,
Disegelnya areal milik PTPN 13 yang nota bene merupakan perusahaan perkebunan milik negara mebuat bupati sanggau Paolus Hadi mempertanyakan keseriusan perusahaan berplat gincu tersebut dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Diketahui sebanyak enam hektar lahan milik PTPN 13 tersebut terkabar didua tempat yakni Afdeling V Sungai Dekan Desa Sungai Alai dan, Afdeling III Rimba Belian Desa Semerangkai Kecamatan Kapuas.

"Dengan kejadian (kebakaran) di PTPN XIII ini, wajar kalau ini diselidiki mengapa bisa terbakar, idealnyakan tidak kalau mematuhi aturan bagaimana berinvestasi," kata Bupati Sanggau Paolus Hadi Diareal Perkebunan PTPN XIII Yang Terbakar.

Penyegelan ini, kata Bupati, adalah langkah yang positif agar ke depan penanganan karhutla ini semua pihak bisa bersinergi.

"Apalagi PTPN XIII inikan perusahaan negara, idealnya perusahaan negara itu memberi contoh kepada perusahaan - perusahaan lain," ujar PH sapaan akrab Bupati. Bupati menambahkan bahwa ia mengetahui bagaimana kondisi PTPN saat ini yang sedang dalam kondisi tidak sehat.

"Kalau saya lihat banyak ditanam, replanting baru ditanam umur tanam 1 - 2 tahun tapi kebunnya menurut saya jadi perhatianlah. Masa seluas - luas mata memandang ni kebun PTPN ni seperti tidak terawat, saya tidak tau bagaimana pemupukannya.
Nah ini saja yang terbakar menurut informasi yang saya dapat seharusnya sudah panen tapi tidak bisa dipanen, baru kali ini ditebas tiba - tiba sudah terbakar. Saya kira yang pasti akan diselidiki pak Kapolres adalah soal kepatuhan terhadap peraturan dan perundang - undangan termasuk peraturan gubernur," ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa Pemda tidak akan santai - santai lagi mengurusi perusahaan yang ada di Sanggau.

"Kepada kepala dinas dan jajaran yang terkait perkebunan, kalau di areal PTPN atau perusahaan lain masih ada yang HGUnya diklaim seluas - luasnya tapi masih ada daerah - daerah yang tidak dikelola harusnya segera dikembalikan ke rakyat supaya rakyat ada kepastian hukum," pintanya.

Laporan : Adi Noyan
Editor     : Lobun Hartanto