DAD Ancam Perusahaan Pembakar Lahan Dengan Mengatasnamakan Peladang -->
Cari Berita

DAD Ancam Perusahaan Pembakar Lahan Dengan Mengatasnamakan Peladang

10 August, 2020


SANGGAU seputarkapuas.com,

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus mendukung tradisi masyarakat membuka lahan dengan cara membakar, Namun ia meminta masyarakat khususnya peladang agar tetap waspada dan hati-hati dalam membakar ladang. 


Hal itu disampaikan Urbanus mengingat saat ini sudah masuk pada musim kemarau dan sesuai tradisi masyarakat adat dayak yang umumnya berladang.


"Kepada masyarakat selain menjaga kearifan lokal serta menjaga amanah leluhur dan nenek moyang, saya mengajak masyarakat adat tetaplah dengan bijak untuk membuka ladang," Ungkap Urbanus.


Urbanus menambahkan DAD akan mengambil tindakan tegas jika ada oknum Pengusaha yang memanfaatkan situasi ini untuk membuka lahan secara besar-besaran dengan mengatasnamakan masyarakat membuka lahan. 


"Kalau ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk usaha dan membuka lahan secara besar-besaran ketika terjadi sesuatu kedepannya maka akan berhadapan degan kami selaku DAD dan tidak menutup kemungkinan akan berhadapan degan aparat penegak hukum. Yang jelas kami tidak akan biarkan siapapun yang merusak citra tradisi leluhur kami yang secara turun temurun kami lakukan," tegasnya.


Pada kesempatan itu, Mantan Anggota DPRD Sanggau tiga periode itu juga mengingatkan kepada masyarakat ketika membuka lahan agar tetap mengacu kepada Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati Kabupaten Sanggau yang telah di buat berdasarkan Kajian-kajian dan pengalaman masyarakat adat tentang kearifan lokal dalam menjaga budaya. 


"Selain membuka ladang dengan cara tradisional seperti yang di ajarkan oleh para leluhur kepada masyarakat, juga tetap mengacu kepada aturan Peraturan Gubernur dan Perturan Bupati," pungkasnya.


Urbanus menilai bahwa apa yang telah dibuat oleh pemerintah daerah baik adanya untuk masyarakat bahkan aturan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat khususnya peladang.


"Saya Harapkan agar sosialisasi aturan tersebut juga bisa sampai kepada masyarakat agar lebih memahaminya. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita membuka ladang agar ketika membakar apinya tidak merembet ketempat lain," harapnya.




Laporan : Adi Noyan

Editor     : Lobun Hartanto